Pengambilan Keputusan Bersama

Bentuk pengambilan keputusan bersama
musyawarah
Contoh kegiatan pengambilan keputusan bersama

Halo, para penikmat jam tambahan! Pada artikel kali ini, Pa Candra akan memberikan gambaran tentang pengambilan keputusan bersama. Proses ini didasari oleh UUD 1945, khususnya pasal 28E ayat 3, yang mengatur kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat. Pasal ini sering muncul di soal-soal, jadi penting diingat!

Daftar Isi

Apa Itu Keputusan Bersama?

Keputusan bersama adalah keputusan yang diambil berdasarkan kesepakatan atau suara terbanyak dan dijalankan oleh semua anggota yang terlibat. Contohnya: pemilihan ketua RW atau ketua kelas.

Bentuk-bentuk Keputusan Bersama

Ada tiga bentuk pengambilan keputusan bersama yang umum digunakan agar aspirasi semua anggota terwakili:

A. Musyawarah untuk Mufakat

Musyawarah untuk mufakat menekankan kebersamaan. Semua pendapat didengar, kemudian dipilih yang terbaik untuk disepakati bersama.

Mufakat = setuju, sepakat, atau seia-sekata

Nilai dasar musyawarah:

  1. Kebersamaan
  2. Persamaan hak
  3. Kebebasan mengemukakan pendapat
  4. Penghargaan terhadap pendapat orang lain
  5. Pelaksanaan hasil keputusan secara bertanggung jawab

Musyawarah mufakat cocok untuk kelompok kecil. Jika anggota terlalu banyak dan mufakat tidak tercapai, maka voting menjadi solusi.

B. Pemungutan Suara (Voting)

Voting digunakan ketika musyawarah mufakat gagal, misalnya karena perselisihan pendapat atau jumlah peserta terlalu banyak.

Voting dilakukan setelah musyawarah mufakat gagal menghasilkan keputusan.

Hal-hal penting sebelum voting:

  1. Voting dilakukan setelah musyawarah mufakat dicoba.
  2. Voting dilakukan jika pendapat berbeda-beda dan mufakat sulit dicapai.
  3. Voting dilakukan jika waktu terbatas dan keputusan harus segera diambil.
  4. Peserta harus mempelajari semua pendapat yang ada.
  5. Voting sah jika jumlah peserta memenuhi kuorum.
  6. Keputusan sah jika lebih dari setengah peserta menyetujui.

Contoh penggunaan voting: pemilihan kepala daerah (Pilkada), presiden, dan legislatif (Pileg).

C. Aklamasi

Aklamasi adalah keputusan yang disetujui secara lisan oleh seluruh anggota tanpa voting. Biasanya terjadi jika semua anggota setuju pada satu pendapat. Contohnya: penunjukan ketua kelas secara langsung.

Prinsip Pelaksanaan Keputusan Bersama

Setelah keputusan bersama dibuat, penting untuk menjunjung tinggi:

  • Asas kekeluargaan
  • Asas gotong-royong
  • Tanggung jawab terhadap hasil keputusan

Dengan cara ini, kita juga mengamalkan nilai Pancasila, sila keempat: "Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan".

Daftar Pustaka

Widihastuti, Setiati, & Rahayuningsih, Fajar (2008). Pendidikan Kewarganegaraan untuk SD Kelas V. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional (BSE).

Seorang Guru SD yang bertugas di wilayah Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah.