Memahami Kalimat Tanya dan Wawancara

Memahami kalimat tanya dan wawancara
Kegiatan wawancara antara pewawancara dan narasumber untuk mendapatkan informasi
Kegiatan wawancara antara penanya dan narasumber.

Pengantar Wawancara

Halo, para penikmat jam tambahan! Pernah nggak sih kamu penasaran dengan cerita seseorang, lalu ingin tahu lebih banyak tentang apa yang ia lakukan, pikirkan, atau rasakan? Nah… di situlah sebenarnya wawancara mulai terasa penting.

Daftar Isi

Materi ini memang terlihat sederhana di Tema 4 Kelas 5. Tapi kalau dipikir-pikir lagi, wawancara itu bukan sekadar tanya jawab. Ini adalah lanjutan dari materi kata tanya yang dulu pernah kita pelajari di kelas 4. Bedanya sekarang, kita belajar memakainya untuk menggali informasi yang benar-benar berguna.

Apa Itu Wawancara?

Secara sederhana, wawancara adalah kegiatan menanyai seseorang untuk mendapatkan informasi, pendapat, atau cerita dari pengalamannya. Orang yang kita tanya disebut narasumber, dan yang bertanya disebut pewawancara.

Hasil wawancara ini bisa muncul di mana saja. Di koran, di televisi, di radio, bahkan di video yang sering kita tonton di internet. Artinya, kemampuan bertanya yang baik itu sebenarnya dipakai di dunia nyata, bukan cuma di kelas.

Narasumber adalah orang yang diwawancarai atau dimintai keterangan. Pewawancara adalah orang yang menanyakan topik wawancara.

Persiapan Sebelum Wawancara

Sebelum mulai bertanya, ada hal-hal kecil yang sering terlupa. Padahal justru itu yang menentukan apakah wawancara kita akan berjalan lancar atau malah terasa canggung.

  1. Pastikan narasumber memang bisa hadir
  2. Tentukan topik pembicaraan dan beri tahu narasumber
  3. Sepakati tempat dan waktu yang nyaman
  4. Pastikan narasumber tahu bagaimana wawancara akan dilakukan

Kadang kita terlalu fokus menyusun pertanyaan, sampai lupa bahwa suasana juga mempengaruhi jawaban yang akan kita terima.

Menyusun Pertanyaan yang Tepat

Di sinilah peran kata tanya yang dulu sudah kita pelajari. Tanpa sadar, semua pertanyaan yang baik sebenarnya berawal dari sini.

  1. Apa → menanyakan hal umum
  2. Dimana → menanyakan tempat
  3. Siapa → menanyakan pelaku
  4. Berapa → menanyakan jumlah
  5. Kapan → menanyakan waktu
  6. Darimana → menanyakan asal
  7. Mengapa → menanyakan alasan
  8. Bagaimana → menanyakan keadaan atau cara
Rumus kalimat tanya: Kata tanya + uraian pertanyaan + ?

Contohnya bisa seperti ini: "Berapa luas sawah yang bapak tanami padi?" atau "Pukul berapa bapak mulai pergi ke sawah?" Pertanyaannya sederhana, tapi jawabannya bisa sangat informatif.

Contoh Wawancara Orang Tua

Misalnya orang tua kita bekerja sebagai guru. Kalau kita benar-benar ingin tahu tentang pekerjaannya, pertanyaan seperti ini bisa kita ajukan:

  • Dimana ayah bekerja?
  • Pukul berapa ayah mulai berangkat bekerja?
  • Mengapa ayah menjadi seorang guru?
  • Apa saja yang ayah siapkan sebelum mengajar?
  • Apakah ayah menikmati menjadi seorang guru?
  • Apa suka dukanya menjadi seorang guru?
  • Bagaimana cara mengatasi siswa yang nakal?

Kalau dipikir-pikir, pertanyaan seperti ini bukan cuma membuat kita paham pekerjaan orang tua, tapi juga membuat kita lebih menghargai apa yang mereka lakukan setiap hari.

Tips Tambahan

Mulailah dari pertanyaan yang mudah dipahami. Hindari pertanyaan yang terlalu pribadi atau sensitif. Dan jangan lupa, hasil wawancara sebaiknya dicatat atau direkam agar tidak ada informasi yang terlewat.

Kadang yang paling penting bukan seberapa banyak kita bertanya, tapi seberapa baik kita mendengarkan jawabannya.

Format Penulisan Wawancara

Form Wawancara
Tempat, Tanggal
Topik Wawancara
Narasumber
Penanya
Jawaban Narasumber

Sumber Gambar

Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017. Sehat itu Penting, Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Tema 4. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Seorang Guru SD yang bertugas di wilayah Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah.