Refleksi Guru: Kenapa Siswa Sulit Membiasakan Hal Sederhana?

Refleksi kebiasaan sederhana di kelas tentang kebersihan siswa
Hal sederhana sering kali justru yang paling sulit dibiasakan.
Hal sederhana sering kali justru yang paling sulit dibiasakan.

Kita sering menganggap hal kecil itu mudah… Tantangan itu muncul, saat kita mencoba membiasakannya setiap hari. Tahun 2019 mungkin sudah berlangsung cukup lama dapat disebut pula tahun terburuk diabad ke-20. Namun, ada efek positif yang timbul dari masa gelap itu.

Pengaruh positifnya saat dulu, semua orang begitu peduli dengan kebersihan. Mencuci tangan, menjaga lingkungan, dan berbagai kebiasaan sederhana terasa begitu penting. Mengapa bisa sepeti itu? jelas karena dampak Virus

Setelah semua menjadi normal kembali dengan jargonnya New Normal dan seiring waktu berjalan, kebiasaan kita mulai kembali seperti biasa. Menganggap hal-hal kecil itu tidak terlalu mendesak. Rasa akan kebersihannya mulai berkurang.

Hal ini juga tanpa sadar terjadi dalam lingkungan kelas, dimana mindset anak terkait kebersihan kelas masih amat sangat kurang dan butuh pendampingan dari guru setiap harinya

Saat Hal Sederhana Jadi Tantangan

Kalau boleh jujur (jelas ini salah kalau diucapkan). Di kelas, saya berkali-kali mengingatkan siswa untuk menjaga kebersihan, sampai bosan saya mengingatkan anak-anak kelas untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan kelasnya.

Kegiatan yang saya minta dari mereka untuk menjaga kelasnya agar tetap bersih dan indah adalah :

  • Menyapu lantai
  • Membuang sampah pada tempatnya
  • Merapikan buku dan tempat duduk sebelum pulang

Jika dilihat, hal tersebut merupakan kegiatan sederhana. Tidak rumit. Bahkan siswa pun tahu itu merupakan kegiatan yang penting untuk kebersihan kelas mereka sendiri. Namun, faktanya tapi tetap saja… harus selalu diingatkan lagi dan lagi. Sampai saya sendiripun bosan hafal.

Hari ini bersih. Besok kembali seperti semula.

Berbicara kegiatan sehari-hari yang sudah terjadi sepertinya tidak akan ada habisnya, misalnya siswa melaksanakan piket kelas, saya sudah menjelaskan kepada mereka tentang kegiatan yang harus dilaksanakan saat menjalankan piket kelas, saya menjelaskan secara detal hal-hal apa saja yang harus anak laksanakan saat piket kelas termasuk, mulai dari mana siswa harus menyapu kelas. Ini sudah dilaksanakan sampai saya hafal.

Kenyataan yang terjadi adalah siswa mulai melaksanakan perintah saat guru ada dikelas menunggui mereka menjalankan piket kelas, begitu guru tidak mengamati pekerjaan mereka atau kembali ke kantor lebih cepat mereka akan melaksanakan kegiatan piket kelas ini dengan asal-asalan! Prinsipnya yang penting cepat selesai dan pulang

Kejadian-kejadian tersebut yang berulang membuat saya bertanya-tanya dalam hati, seolah ada yang salah dengan yang dilakukan selama ini

Kenapa hal sesederhana ini terasa begitu sulit dilakukan secara konsisten?

Bukan Tidak Tahu, Tapi Belum Terbiasa

Pemikiran awal yang saya munculkan adalah apakah mereka belum paham tentang pentingnya kebersihan? Namun, yang jelas mereka bisa menjawab kalau saya tanyai tentang kondisi kelas mereka. Selain itu saya juga sudah berkali-kali menjelaskan tentang pentingnya kebersihan dilingkungan kelas

Tapi ternyata bukan itu masalahnya.

Mereka tahu. Mereka bisa menjelaskan. Bahkan bisa menjawab saat ditanya.

Namun mengetahui… tidak selalu berarti melakukan.

Di situlah saya mulai menyadari sesuatu:

Masalahnya bukan pada pengetahuan. Tapi pada kebiasaan yang belum terbentuk.

Kita sering berharap perubahan terjadi hanya karena sudah dijelaskan. Padahal, perubahan justru lahir dari hal kecil yang diulang setiap hari.

[Tambahkan penjelasan: kenapa kebiasaan butuh pengulangan dan lingkungan]

Tantangan yang Sering Terjadi

Dalam praktiknya, membiasakan hal sederhana ini tidak selalu berjalan mulus.

  • Ada siswa yang merasa itu bukan tanggung jawabnya
  • Ada yang menunggu teman lain bergerak lebih dulu
  • Ada juga yang sekadar ingin cepat pulang tanpa peduli kondisi kelas

Situasi seperti ini membuat guru sering terjebak dalam pola yang sama: mengingatkan, menegur, lalu mengulang lagi keesokan harinya.

Mengubah Cara, Bukan Sekadar Mengingatkan

Setelah menyadari hal itu, saya mulai mencoba mengubah pendekatan.

Bukan lagi sekadar mengingatkan… tapi mulai membangun kebiasaan.

1. Membuat Sistem, Bukan Sekadar Himbauan

Alih-alih hanya berkata “ayo bersih-bersih”, saya mulai membuat pembagian tugas yang jelas.

[Tambahkan dampak sistem]

2. Memulai dari Hal Kecil

Saya tidak lagi menuntut kelas langsung bersih sempurna.

[Tambahkan penjelasan]

3. Membuat Rutinitas Tetap

Kami sepakat, 5 menit sebelum pulang digunakan untuk membersihkan kelas.

[Tambahkan efek rutinitas]

4. Memberi Pengingat Visual

Saya mulai menempelkan pengingat sederhana di kelas.

[Tambahkan detail]

5. Mengapresiasi, Bukan Hanya Menegur

Saya mulai memperhatikan siswa yang konsisten menjaga kebersihan.

[Tambahkan contoh apresiasi]

6. Memberi Contoh

Sesekali, saya ikut mengambil sampah kecil di lantai.

[Tambahkan efek ke siswa]

7. Konsistensi Lebih Penting dari Kesempurnaan

[Tambahkan mindset bahwa perubahan butuh waktu]

Perubahan Itu Pelan, Tapi Nyata

Perubahan tidak terjadi dalam satu hari.

Tidak juga dalam satu minggu.

Tapi perlahan, mulai terlihat.

Kelas menjadi lebih rapi. Siswa mulai bergerak tanpa diminta. Dan yang paling terasa… suasananya berubah.

Dari yang awalnya harus dipaksa… menjadi mulai terbiasa.

Langkah Sederhana yang Bisa Dicoba

[Tambahkan versi ringkas actionable]

  • [Langkah 1]
  • [Langkah 2]
  • [Langkah 3]
  • [Langkah 4]
  • [Langkah 5]

Refleksi Kecil untuk Kita

Mungkin selama ini kita terlalu sering mengingatkan…

Tapi belum cukup membiasakan.

Kita berharap siswa berubah setelah diberi tahu.

Padahal, perubahan justru tumbuh dari apa yang dilakukan berulang-ulang.

Dan mungkin, di situlah letak kuncinya.

Perubahan tidak datang dari apa yang kita katakan setiap hari… tapi dari apa yang kita lakukan secara konsisten.

Apakah kita sudah membantu siswa membangun kebiasaan?

Atau baru sekadar mengingatkan apa yang seharusnya mereka lakukan?

Posting Lebih Baru Posting Lama

Komentar