Ki Gede Sebayu: Sejarah Pendiri Kabupaten Tegal dan Awal Pemerintahan Tlatah Tegal

Kisah Ki Gede Sebayu: Pendiri Kabupaten Tegal dan Perintis Peradaban Tlatah Tegal Sejak 1601
Buku rujukan Ki Gede Sebayu pendiri Kabupaten Tegal sumber sejarah Tlatah Tegal
Gambar buku rujukan kisah Ki Gede Sebayu (Sumber dokumentasi sejarah Tegal)

Ki Gede Sebayu dikenal sebagai pendiri Kabupaten Tegal yang berjasa mengubah wilayah rawa dan hutan menjadi pusat peradaban, pertanian, pendidikan agama, dan pemerintahan pertama di Tlatah Tegal. Kisah perjuangannya menjadi bagian penting dalam sejarah Tegal yang masih dikenang hingga sekarang.

Daftar Isi

Ki Gede Sebayu Pendiri Kabupaten Tegal

Nama Ki Gede Sebayu sangat dihormati oleh masyarakat Tegal. Beliau dikenal sebagai tokoh sesepuh sekaligus pendiri pemerintahan pertama di Tlatah Tegal. Perjuangannya bukan hanya membangun wilayah secara fisik, tetapi juga membangun kehidupan masyarakat melalui pertanian, pendidikan agama, dan tata pemerintahan yang teratur.

Kisah Ki Gede Sebayu menjadi bagian penting dari sejarah Tegal karena dari tangan beliau, daerah yang dulunya berupa rawa, hutan, dan sungai liar, berubah menjadi wilayah yang makmur dan beradab.

Asal Usul Ki Gede Sebayu dari Tanah Mataram

Ki Gede Sebayu berasal dari Sedayu, wilayah Mataram. Sejak muda beliau dikenal sebagai prajurit tangguh di Kerajaan Pajang pada masa Sultan Adiwijaya. Selain menguasai ilmu keprajuritan, beliau juga mendalami ilmu agama karena sejak kecil diasuh oleh Ki Ageng Wunut, seorang tokoh agama yang disegani.

Pengalaman hidup di lingkungan kerajaan membuat Ki Gede Sebayu menyaksikan berbagai peperangan dan perebutan kekuasaan. Hal tersebut membuat hatinya tidak lagi tertarik pada kehidupan perang. Beliau memilih meninggalkan Mataram dan berjalan ke arah barat bersama para pengikutnya untuk mencari tempat baru membangun kehidupan yang damai.

Perjalanan Panjang Menuju Tanah Tegal

Singgah di Taji dan Ziarah ke Purbalingga

Dalam perjalanannya, rombongan Ki Gede Sebayu singgah di Desa Taji, wilayah Bagelan. Setelah itu beliau berziarah ke makam ayahnya di Purbalingga yang dahulu merupakan seorang adipati.

Tiba di Sungai Gung dan Bertemu Ki Gede Wonokusumo

Perjalanan berlanjut hingga rombongan tiba di tepi Sungai Gung, wilayah Tegal. Di sana mereka disambut oleh seorang ulama besar bernama Ki Gede Wonokusumo. Setelah mengetahui bahwa Ki Gede Sebayu masih satu keturunan dengannya, Ki Gede Wonokusumo menerima rombongan dengan hangat.

Sejak saat itulah, kisah besar Tegal dimulai.

Membangun Kehidupan Masyarakat Tegal

Menempatkan Pengikut Sesuai Keahlian

Ki Gede Sebayu tidak datang untuk berkuasa, tetapi untuk membangun masyarakat. Para pengikutnya ditempatkan sesuai keahlian masing-masing, ada yang bertani, menenun, berdagang, dan mengajarkan agama.

Beliau sendiri menetap di Dukuh Karangmangu, Desa Kalisoka, Kecamatan Dukuhwaru.

Mengubah Pertanian Kering Menjadi Persawahan Irigasi

Salah satu perubahan besar yang dilakukan Ki Gede Sebayu adalah membangun bendungan di Danawarih. Bendungan ini mengubah sistem pertanian dari mengandalkan hujan menjadi persawahan irigasi. Hasil panen meningkat dan kesejahteraan masyarakat mulai terasa.

Membangun Masjid dan Pondok Pesantren

Tidak hanya pembangunan fisik, Ki Gede Sebayu juga membangun masjid dan pondok pesantren sebagai pusat pendidikan agama dan pembinaan moral masyarakat.

Diangkat Menjadi Juru Demang Tlatah Tegal Tahun 1601

Keberhasilan Ki Gede Sebayu dalam membangun masyarakat Tegal terdengar hingga ke Panembahan Senopati. Pada tahun 1601, beliau resmi diangkat sebagai Juru Demang Tlatah Tegal. Sejak saat itu, Tegal memiliki sistem pemerintahan yang teratur.

Kisah Saimbara Pohon Jati dan Asal Nama Slawi

Saat hendak membangun masjid, Ki Gede Sebayu membutuhkan tiang utama dari pohon jati berukuran sangat besar. Beliau mengadakan saimbara bagi siapa saja yang mampu menebangnya.

Datanglah dua puluh lima kesatria untuk mengikuti saimbara tersebut. Tempat berkumpulnya para kesatria itu kemudian dikenal dengan nama Salawe yang berarti dua puluh lima. Nama itu kini dikenal sebagai Slawi.

Pemenang saimbara adalah Ki Jadug, santri Ki Gede Sebayu, yang bernama asli Pangeran Purboyo.

Pesan Moral Ki Gede Sebayu Sebelum Wafat

Sebelum wafat, Ki Gede Sebayu berpesan kepada keluarganya dan masyarakat:

  • Hidup rukun sesama saudara dan masyarakat
  • Menjaga amanah kepemimpinan
  • Menjaga tempat ibadah dan pendidikan
  • Tidak menebang pohon sembarangan
  • Tidak mengotori sungai

Pesan ini menunjukkan bahwa Ki Gede Sebayu bukan hanya pendiri pemerintahan, tetapi juga pelopor pelestarian lingkungan.

Fakta Singkat Sejarah Ki Gede Sebayu
  • Kabupaten Tegal mulai memiliki pemerintahan sejak 18 Mei 1601.
  • Ki Gede Sebayu diangkat sebagai Juru Demang Tlatah Tegal oleh Panembahan Senopati.
  • Pusat kegiatan awal berada di Dukuh Karangmangu, Kalisoka, Dukuhwaru.
  • Membangun bendungan Danawarih yang mengubah sistem pertanian Tegal.
  • Mendirikan masjid dan pondok pesantren sebagai pusat pendidikan agama.
  • Asal nama Slawi berasal dari kata Salawe (dua puluh lima kesatria).
  • Dimakamkan di Danawarih dekat Wangan Jimat.

Nilai Keteladanan dari Ki Gede Sebayu

  • Kepemimpinan bijaksana — memimpin dengan membangun, bukan menaklukkan.
  • Kerja keras dan kemandirian — mengubah rawa menjadi lahan pertanian produktif.
  • Pendidikan sebagai fondasi — mendirikan masjid dan pesantren untuk membangun moral masyarakat.
  • Gotong royong — menempatkan pengikut sesuai keahlian demi kemajuan bersama.
  • Cinta lingkungan — melarang menebang pohon sembarangan dan menjaga kebersihan sungai.
  • Hidup rukun — menekankan kerukunan antar keluarga dan masyarakat.

Warisan Ki Gede Sebayu bagi Kabupaten Tegal

Setelah wafat, kepemimpinan dilanjutkan oleh Raden Mas Honggowono yang kemudian dikenal sebagai bupati pertama di wilayah Tegal. Sistem pemerintahan yang dirintis Ki Gede Sebayu terus berkembang hingga sekarang.

Dari sebuah wilayah rawa dan hutan, lahirlah peradaban. Dari seorang prajurit, lahirlah pemimpin bijaksana. Dari Ki Gede Sebayu, lahirlah Kabupaten Tegal.

Seorang Guru SD yang bertugas di wilayah Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah.