Kesulitan Siswa Kelas 4 dalam Membuat Syair (Hasil Survei & Solusi)
Ringkasan: Kami mensurvei siswa di kelas terkait permasalahan pembuatan syair di lingkungan kelas IV. Semoga hasil survei yang kami lakukan dapat memberikan inspirasi bagi pembaca, dalam mengembangkan pembelajaran di kelas atau malah melakukan penelitian kelas.
Pendahuluan
Pembelajaran syair di kelas 4 sekolah dasar memberikan pengalaman kepada siswa untuk bisa mengidentifikasi dan menciptakan sebuah syair dalam lagu. Melalui rima syair, pembelajaran akan berpusat pada bagaimana sebuah lagu menarik untuk didengarkan melalui syairnya. Identifikasi ini berasal dari rima pada syair.
Syair adalah jenis puisi lama yang berasal dari Persia dan Arab. Syair terdiri dari 4 baris dalam 1 baitnya dengan rima a-a-a-a.
Mengembangkan pembelajaran dengan mengajak siswa untuk membuat syair sejatinya bukan sebuah hal sulit. Kendala terbesar mungkin hanya terdapat pada banyaknya kosakata yang dikuasai siswa. Kosakata ini akan berpengaruh terhadap kemampuan siswa dalam membuat syair. Selain itu, dengan membuat syair, siswa akan mendapatkan pengalaman secara langsung dalam membuat sebuah syair lagu.
Praktik yang dilakukan dengan siswa untuk membuat sebuah syair saat proses pengerjaan berjalan 30 menit, banyak dari mereka merasa kurang memiliki ide dalam pembuatan. Tambahan pengumuman "buat syair dengan ide sendiri" ternyata membuat siswa semakin bingung untuk menuliskan ide mereka. Analisis awal masalah tersebut adalah karena keragu-raguan siswa dalam mengeksekusi kata untuk membuat rangkaian baitnya.
Hasilnya, untuk membedah permasalahan pada siswa, di akhir pembelajaran saya melakukan refleksi pembelajaran untuk melihat kesulitan pembuatan syair dari sudut pandang siswa. Hasilnya ada 5 poin yang menjadi kendala siswa.
Sekilas Tentang Syair
Syair adalah salah satu puisi lama yang berasal dari Persia atau Arab. Dalam 1 baitnya terdiri dari 4 baris, dengan komposisi seluruh baris merupakan isi dan bersajak a-a-a-a. Fokus pembelajaran di kelas 4 berkaitan dengan rima dalam syair lagu, yang memiliki berbagai variasi jenis rima.
Rima adalah bagian khas dari sebuah puisi atau lagu. Rima dalam KBBI merupakan pengulangan bunyi yang berselang, baik dalam lirik sajak maupun akhir lirik sajak yang berdekatan. Rima bisa diartikan sebagai persajakan. Rima inilah yang berperan membuat puisi terdengar menarik. Jika dilihat dari letaknya, rima dapat dikelompokkan menjadi 3 jenis yaitu: 1) Rima Awal, 2) Rima Tengah, dan 3) Rima Akhir.
Contoh Syair
Syair banyak sekali contohnya. Berikut adalah beberapa contoh syair yang diambil dari berbagai sumber.
Syair Agama (Nasihat)
Dengarlah wahai anak adam,
Janganlah hidup berbuat kejam,
Ingatlah selalu kepada Yang Qadim,
Agar hidupmu selamat dan tenteram.
Syair Kiasan
Aku hanyalah bunga di pinggir jalan,
Tumbuh sendiri tanpa ada yang merawat,
Namun ku tetap tegar menahan cobaan,
Menanti insan yang suci dan merawat.
Syair Romantis
Kasihmu bagai embun di pagi hari,
Menyentuh hati yang sedang sepi,
Cinta ini suci dan juga murni,
Akan ku jaga sampai akhir nanti.
Metode Survei
Setelah pembelajaran yang saya lakukan terkait pembuatan syair selesai, saya melakukan sedikit survei terhadap siswa di kelas tentang tantangan dan kesulitan dalam pembelajaran materi tersebut.
Jumlah responden yang ikut dalam survei ada 40 siswa (siswa yang berangkat pada hari itu). Cara pengumpulan datanya dengan menggunakan pertanyaan terbuka: "Apa saja kesulitan yang dihadapi saat pembelajaran pembuatan syair?"
Tujuan dilaksanakan survei adalah untuk mengetahui pemahaman serta kesulitan yang dirasakan oleh siswa secara nyata dan bukan merupakan persepsi dari sudut pandang guru saja.
Hasil Survei Kesulitan Siswa
Hasil yang didapatkan dari survei kesulitan siswa dalam pembelajaran pembuatan syair ada 5 poin utama, yaitu:
-
Kesulitan dalam menemukan ide
Banyak siswa yang mengaku bingung harus mulai dari mana saat diminta membuat syair. Ide terasa kosong meskipun tema sudah diberikan. Mereka butuh stimulus atau contoh yang lebih konkret sebelum memulai menulis. -
Merasa gugup karena keterbatasan waktu
Waktu 30 menit dirasa terlalu singkat oleh sebagian siswa. Tekanan waktu membuat mereka terburu-buru dan hasilnya kurang maksimal. Ada rasa takut tidak selesai tepat waktu. -
Keterbatasan kosakata
Siswa kesulitan mencari kata-kata yang tepat untuk mengungkapkan ide mereka. Kosakata yang dikuasai masih terbatas, sehingga rangkaian kata dalam syair terasa monoton atau tidak nyambung. -
Kebingungan dalam menentukan rima
Memahami konsep rima saja sudah cukup menantang, apalagi menerapkannya secara langsung. Siswa sering kebingungan memilih kata akhir yang bunyinya sama agar membentuk rima a-a-a-a yang sesuai kaidah syair. -
Kurangnya pemahaman terhadap kaidah syair
Tidak semua siswa paham bahwa syair memiliki aturan baku (4 baris, 1 bait, rima a-a-a-a, semua baris adalah isi). Akibatnya, ada yang membuat syair seperti puisi bebas atau lupa jumlah barisnya.
Analisis Penyebab Kesulitan
-
Kurangnya latihan membaca karya sastra
Kemampuan membuat sebuah karya berkaitan erat dengan literasi pengarangnya. Semakin sering membaca karya sastra, maka pemahaman seseorang terhadap struktur dan gaya bahasa akan semakin baik.
-
Pembelajaran masih bersifat teoritis
Pembelajaran syair yang hanya diajarkan melalui buku pelajaran, tanpa adanya pendekatan menyaksikan langsung, membuat siswa tidak memiliki gambaran nyata dari sebuah syair. Butuh praktik langsung dan sering untuk mendapatkan karya yang dianggap baik.
-
Kosakata siswa masih terbatas
Kosakata menjadi masalah utama dalam pembelajaran yang menuntut pembuatan rangkaian kata. Semakin banyak kosakata yang dimiliki siswa, semakin baik pula variasi pemilihan katanya.
-
Faktor usia dan perkembangan bahasa
Kita tidak mungkin berharap banyak pada anak usia sekolah dasar (khususnya kelas 4) untuk mampu menghasilkan sebuah karya yang bermutu tinggi pada setiap siswanya. Masih berkaitan dengan kosakata, perkembangan bahasa mereka juga terkait dengan kematangan pikirannya. Semakin dewasa, normalnya nalar anak akan semakin terbentuk.
Solusi dan Strategi Pembelajaran
-
Latihan menemukan ide dengan tema sederhana
Buatlah sebuah karya syair dengan tema sederhana yang pasti dikuasai siswa. Misalnya tema "sekolah", "keluarga", atau "hewan peliharaan". Ini akan membantu mempermudah proses pembelajaran.
-
Memberikan daftar kosakata berima
Kosakata yang berima akan mempermudah siswa untuk menyusun kata-kata yang diperlukan dalam pembuatan syair. Guru bisa menyediakan tabel kata berima sebagai pancingan awal.
-
Menggunakan metode permainan kata
Metode permainan kata dapat dipilih untuk membantu mempermudah sekaligus mencairkan suasana dalam proses pembelajaran. Pikiran siswa dituntut untuk memilih kata yang tepat agar sambungan kata dapat menjadi kalimat yang baik.
-
Memberikan contoh syair yang mudah dipahami
Guru selain mengajarkan juga harus pandai dalam memberikan contoh syair yang mudah dipahami oleh siswa. Bukan syair tingkat tinggi yang rumit, tapi sebuah syair sederhana yang siswa mampu tangkap maknanya dengan baik.
Peran Guru dan Orang Tua
-
Peran guru dalam membimbing dan memberi contoh
Guru berperan untuk memberikan konsep yang tepat pada siswa. Melalui konsep dan pemahaman yang tepat, siswa akan lebih mudah dalam mempelajari materi ini. Guru juga perlu sabar memberikan umpan balik yang membangun.
-
Peran orang tua dalam mendukung latihan di rumah
Sedangkan orang tua dituntut untuk bisa mendampingi putra putrinya dalam belajar di rumah. Jika kerja sama ini dapat dilakukan dengan baik, maka siswa akan lebih mudah dalam menghadapi materi ini.
Penutup
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan terhadap 40 siswa kelas IV, ditemukan lima kendala utama dalam pembelajaran pembuatan syair, yaitu: kesulitan menemukan ide, rasa gugup karena keterbatasan waktu, keterbatasan kosakata, kebingungan dalam menentukan rima, serta kurangnya pemahaman terhadap kaidah syair.
Kendala-kendala tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran syair tidak bisa hanya mengandalkan teori semata. Diperlukan pendampingan yang aktif dari guru di sekolah maupun orang tua di rumah. Guru berperan dalam memberikan konsep yang tepat, contoh syair yang mudah dipahami, serta metode pembelajaran yang kreatif seperti permainan kata. Sementara itu, orang tua dapat mendukung dengan mendampingi latihan di rumah dan membiasakan anak membaca karya sastra sederhana.
Harapan ke depannya, dengan adanya pemahaman yang lebih baik terhadap kesulitan yang dihadapi siswa, proses pembelajaran syair dapat dikemas lebih menyenangkan dan tidak terasa membebani. Peningkatan kemampuan siswa dalam membuat syair tentu membutuhkan proses dan latihan yang konsisten. Namun yang terpenting, siswa dapat menikmati setiap proses belajar dan bangga dengan karya yang berhasil mereka ciptakan sendiri.
Penulis: Guru kelas IV yang terus belajar memahami siswanya melalui refleksi dan survei sederhana, yang terbit di blog Jam Tambahan.
FAQ Seputar Pembuatan Syair di Kelas IV
Berdasarkan hasil survei terhadap 40 siswa kelas IV, lima kendala utama adalah: (1) kesulitan menemukan ide, (2) merasa gugup karena keterbatasan waktu, (3) keterbatasan kosakata, (4) kebingungan dalam menentukan rima, dan (5) kurangnya pemahaman terhadap kaidah syair.
Pertanyaan yang diajukan bersifat terbuka, yaitu: "Apa saja kesulitan yang dihadapi saat pembelajaran pembuatan syair?" Siswa bebas menjawab sesuai pengalaman mereka masing-masing.
Beberapa solusi yang ditawarkan antara lain: latihan menemukan ide dengan tema sederhana, memberikan daftar kosakata berima, menggunakan metode permainan kata, serta memberikan contoh syair yang mudah dipahami oleh siswa.
Guru berperan memberikan konsep yang tepat dan metode kreatif seperti permainan kata. Orang tua bertugas mendampingi latihan di rumah serta membiasakan anak membaca karya sastra sederhana.
Ya, artikel ini cocok sebagai referensi atau inspirasi bagi guru yang ingin melakukan penelitian kelas (PTK) terkait pembelajaran puisi atau syair di tingkat sekolah dasar. Hasil survei dan analisis yang disajikan bersumber dari pengalaman nyata di lapangan.
