Pertempuran Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia (1945–1949)
Setelah Proklamasi 17 Agustus 1945, apakah Indonesia langsung benar-benar merdeka?
Kita sering membayangkan semuanya selesai saat teks proklamasi dibacakan. Padahal… justru di situlah perjuangan baru dimulai.
Setelah kemari kita membahas tentang perundingan dalam mempertahankan kemerdekaan. kurang lengkap rasanya jika kita tidak membahas pula pertempuran-pertempuran yang terjadi selama periode pasca kemerdekaan.
Ringkasan Singkat
- Periode: 1945–1949
- Lawan utama: Sekutu dan Belanda (NICA)
- Bentuk perjuangan: pertempuran bersenjata dan diplomasi
- Tujuan: mempertahankan kemerdekaan yang telah diproklamasikan
Inilah yang dikenal sebagai pertempuran mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Mengapa Pertempuran Terjadi Setelah Proklamasi?
Belanda yang sebelumnya kalah dari Jepang ingin kembali menguasai Indonesia. Mereka datang bersama Sekutu melalui NICA.
Indonesia tentu menolak. Karena kemerdekaan bukan untuk ditarik kembali.
Dari sinilah konflik bersenjata terjadi di berbagai daerah.
Daftar Pertempuran Mempertahankan Kemerdekaan
Pertempuran Lima Hari di Semarang
Terjadi: 15–20 Oktober 1945
Tokoh: Dr. Karyadi dan pasukan Jepang
Penyebab: Jepang meracuni mata air dan menembak dr. Karyadi
Pertempuran Surabaya
Terjadi: 10 November 1945
Diperingati sebagai: Hari Pahlawan
Tokoh: Bung Tomo, Arek Surabaya, NICA, AWS Mallaby
- NICA menyerbu penjara Kali Sosok
- Terbunuhnya Jenderal Mallaby
- Perobekan bendera di Hotel Yamato
Pertempuran Ambarawa
Terjadi: 21 November 1945
Diperingati sebagai: Hari Infanteri
Tokoh: Letkol Isdiman, Letkol Sarbini S., Kolonel Sudirman, NICA, Brigjen Bethel
Penyebab: Sekutu hendak membebaskan tawanan perang Belanda
Pertempuran Medan Area
Terjadi: 1 Desember 1945
Tokoh: TKR, Achmad Tahir, Jend. T.E.D Kelly
Penyebab: Anggota NICA menginjak bendera merah putih
Bandung Lautan Api
Terjadi: 23 Maret 1946
Tokoh: Aruji Kartawinata, Suryadarma, A.H. Nasution, Moh. Toha, Sekutu, NICA
Penyebab: NICA ingin mengembalikan kekuasaan Belanda
Puputan Margarana (Bali)
Terjadi: 12 November 1946
Tokoh: I Gusti Ngurah Rai dan pasukan Belanda
Penyebab: Belanda hendak mendirikan Negara Indonesia Timur
Pertempuran Sulawesi Selatan
Terjadi: 3 November – 25 Desember 1946
Tokoh: Robert Walter Monginsidi, Raymond Westerling
Penyebab: Pembantaian yang dilakukan pasukan Westerling
Agresi Militer Belanda I
Terjadi: 21 Juli – 5 Agustus 1947
Tokoh: Sudirman, Hendrik Spoor, Van Mook
Penyebab: Pelanggaran Perjanjian Linggarjati
Agresi Militer Belanda II
Terjadi: 19–20 Desember 1948
Tokoh: Sukarno, Mohammad Hatta, A.H. Nasution, Hendrik Spoor
Penyebab: Pelanggaran Perjanjian Renville
Serangan Umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta
Terjadi: 1 Maret 1949
Tokoh: Sudirman, Soeharto, A.H. Nasution, Van Mook, Louis J. Maria
Penyebab: Menunjukkan eksistensi TNI kepada dunia
Apa Dampak Pertempuran Ini?
Pertempuran mempertahankan kemerdekaan membuktikan bahwa Indonesia tidak menyerah.
Dunia internasional melihat bahwa Republik Indonesia benar-benar ada dan memiliki kekuatan.
Perjuangan bersenjata inilah yang kemudian diperkuat oleh jalur diplomasi hingga akhirnya Belanda mengakui kedaulatan Indonesia pada tahun 1949.
Kesimpulan
Perjuangan mempertahankan kemerdekaan bukan hanya rangkaian perang. Ia adalah bukti bahwa kemerdekaan tidak diberikan, tetapi diperjuangkan dan dijaga.
Coba bayangkan… jika saat itu para pejuang memilih menyerah, apakah Indonesia akan tetap berdiri seperti sekarang?
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apa yang dimaksud pertempuran mempertahankan kemerdekaan?
Pertempuran yang terjadi setelah Proklamasi 1945 untuk mempertahankan kedaulatan Indonesia dari upaya penjajahan kembali oleh Belanda.
Mengapa Belanda kembali ke Indonesia setelah 1945?
Karena Belanda ingin menguasai kembali wilayah bekas jajahannya setelah Jepang menyerah pada Perang Dunia II.
Pertempuran apa yang paling terkenal?
Pertempuran Surabaya 10 November 1945 yang kemudian diperingati sebagai Hari Pahlawan.
Gabung dalam percakapan